• Oleh Opik Mahendra

  • Kamis, 6 Agustus 2020 | 00:15 WIB
  • Penulis:

SALAH satu motor penggerak perekonomian di Indonesia selain minyak dan fuel bumi (migas) adalah aktivitas pariwisata. Meski terdampak sangat hebat akibat pandemi Covid-19, namun pariwisata tetap menjadi potensi yang menjanjikan, khususnya wisata berbasis pertanian (agrowisata). Kondisi pandemi Covid 19 dipastikan akan membawa perubahan besar minat wisatawan dengan mengedepankan aspek kebersihan, keamanan, dan kesehatan dalam berwisata sehingga perlu diantisipasi oleh pengambil kebijakan sekaligus menjadi peluang bagi pengembang ekonomi kreatif.

Masyarakat sekarang memiliki banyak pilihan objek wisata baik yang bersifat kebudayaan, nilai sejarah, maupun kependidikan serta desa wisata dengan berbagai corak budaya dan keindahan yang ditawarkan. Pergeseran ketertarikan wisatawan kepada wisata alam sebagai alternatif tempat liburan mulai terjadi. Suguhan keindahan alam yang dipadukan dengan kegiatan pertanian menjadi daya tarik yang komprehensif. Selain disuguhkan dengan keindahan alam, masyarakat juga bisa menambah wawasan tentang proses bertani dan berternak.

Aktivitas masyarakat yang dikembangkan untuk wisata, seperti belajar bertani, beternak, dan berbagai aktivitas ekonomi yang mendukung pertumbuhan desa wisata berbasis pertanian. Konsep desa wisata yang menawarkan pembelajaran pertanian, jika dikembangkan secara luas di berbagai daerah, maka akan bisa menarik anak-anak muda untuk kembali mencintai pertanian.

Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menargetkan Indonesia dapat memiliki 2.000 desa wisata dan terus mendorong potensi desa yang dapat dijadikan sebagai desa wisata. Knowledge Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (2019) menyebutkan, sebanyak 1.902 desa berpotensi sebagai desa wisata dengan sumber daya yang dimiliki, salah satunya di bidang pertanian atau agrowisata. Pandemi Covid-19 merupakan tantangan sekaligus peluang bagi agrowisata. Pembatasan dan larangan masyarakat untuk berkerumun perlu dimaknai dengan strategi pengembangan agrowisata yang tetap menjalankan protokol kesehatan dengan menerapkan jaga jarak aman antar pengunjung lokasi wisata.

Desa wisata yang ada di Indonesia perlu dikemas dengan story telling yang bagus sehingga selaras dengan hal yang menyejahterakan alam dan menjadi atraksi yang menarik. Prinsip utama yang dikembangkan sebagai pondasi wisata oleh desa adalah bagaimana nilai-nilai luhur baik tradisi maupun kebudayaan serta aktivitas masyarakat sehari-hari yang melekat dan sudah menjadi karakter harus tetap terlindungi walaupun tujuan akhirnya tentu adalah kesejahteraan bagi masyarakat desa.

Pengembangan desa wisata tepat untuk menggerakkan kembali ekonomi pedesaan akibat dampak Covid-19. Banyak hal yang semula dianggap tidak berarti ternyata dapat menambah penghasilan penduduk desa seperti aktivitas menanam sayuran, memetik daun teh, memerah susu kambing, mengarungi jeram sungai. Aktivitas yang bisa “dijual” kepada penduduk kota dan turis asing. Sumber mata air yang diubah menjadi kolam pemandian yang ditata apik dapat menambah kas desa berlipatlipat. Menyewakan sepeda untuk wisata, penjualan jajanan khas desa atau suvenir khas desa juga berpotensi mendatangkan pundi-pundi pendapatan bagi masyarakat desa.

Manfaat Ganda

Laman: 1 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here