ISU BOGOR – Dampak pandemi Covid-19 mulai terasa dan diprediksi bakal mempengaruhi capaian goal pendapatan asli daerah (PAD) Kota Bogor. Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Bogor, Ade Sarip Hidayat menyebutkan, tahun ini Pemkot Bogor menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar Rp 1,83 Triliun.

“Namun berdasarkan simulasi di bulan Juli, kemungkinan hanya memperoleh PAD sebesar 66 persen atau Rp 781 Miliar,” kata Ade dalam pertemuan antara Pemkot dan unsur Discussion board Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) di Balaikota Bogor, Kamis 23 Juli 2020.

“Oleh karena itu terus dilakukan upaya membuka destinasi wisata alam agar orang tertarik datang ke Kota Bogor, karena pendapatan dari sektor pariwisata cukup besar,” tambahnya.

Baca Juga: Puncak Pandemi Covid-19 Terjadi Agustus 2021, Bima Arya: Perjuangan Kita Masih Panjang

Dalam kesempatan yang sama Kepala Kejari Kota Bogor, Bambang Sutrisna menilai, penanganan Covid-19 di Kota Bogor sudah baik. Padahal Kota Bogor sangat dekat dengan DKI Jakarta yang merupakan episentrum penularan.


“Ini menunjukan kebersamaan semua pihak dalam menanggulanginya sangat luar biasa, karena bisa mengendalikan dan kita tekan dibandingkan kota lain,” katanya.

Laman: 1 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here