Jokowi menilai kondisi sulit akibat pandemi tak hanya di Indonesia, tapi negara lain.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Joko Widodo (Jokowi) bertemu dengan para pelaku usaha kecil dan mikro di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Jumat (24/7). Dalam pertemuan ini, Presiden menyerahkan bantuan modal kerja ke para pelaku usaha kecil dan mikro seperti pedagang kaki lima.

Kepada para pedagang yang hadir, Jokowi menyampaikan kondisi sulit di masa pandemi ini tak hanya terjadi di Indonesia, tapi juga di berbagai negara lainnya. Bahkan, kata Jokowi, kondisi di beberapa negara justru lebih parah dibandingkan Indonesia.

“Yang terkena imbas ini tidak hanya bapak ibu semuanya, yang mikro kena, yang kecil kena, yang menengah kena, yang gede juga kena. Dan yang terkena pun bukan hanya negara kita di Indonesia, semua negara 215 negara itu kena,” ujar Jokowi.

Saat berinteraksi, Jokowi mengaku paham dengan menurunnya omset para pedagang selama masa pandemi ini. Namun demikian, ia meminta para pelaku usaha agar tetap bersyukur dengan kondisi ini.

Sebab, di sejumlah negara yang memberlakukan lockdown sama sekali tak diizinkan adanya aktivitas masyarakat  “Kita ini masih patut bersyukur, omsetnya masih Rp300, tadi masih Rp200, masih Rp150, disyukuri,” ucapnya.

Kendati demikian, Jokowi menyampaikan, berdasarkan knowledge pada Juni kemarin kondisi perekonomian kini semakin membaik. Ia juga optimis pada Juli dan Agustus nanti kondisi perekonomian juga akan lebih membaik.

“Information yang saya punyai kemarin pada bulan Juni sudah mulai naik lagi. Insya Allah pada bulan Juli, juga Agustus akan naik lebih tinggi lagi, sehingga kita berada pada posisi yang regular kembali,” ucapnya.

Laman: 1 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here