JAKARTA – Ada lima merek yang sangat ‘menggenggam’ kuat pasar Indonesia pada semester satu 2020 kemarin.

2020 sudah separuh jalan. Penjualan mobil di Tanah Air dalam setengah tahun pertama, berdasarkan knowledge Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), adalah 260.993 unit secara wholesales (dari pabrik ke vendor) atau  290.597 unit dari perspektif retail (vendor ke konsumen).

 Pasar roda empat nasional sendiri sedang luar biasa lesu akibat pandemi virus Corona (Covid-19) yang menerpa sejak Maret. Wholesales sampai merosot 46 persen jika dibandingkan periode yang sama pada 2019 (12 months on 12 months) yang mencapai 483.684 unit, sedangkan retail jeblok 42,1 persen dari sebelumnya 501.708 unit.

Di balik kelesuan pasar, terdapat lima merek yang menguasai pasar dengan komposisi amat mencengangkan. Bayangkan saja, mereka berkontribusi 87,1 persen dari whole penjualan pada Januari – Juni 2020 secara wholesales dan 84,6 persen di sisi retail.

Mereka semua merupakan merek mobil Jepang. Berikut ini adalah identitas plus raihan penjualan maupun pangsa pasar kelimanya:

  1. Toyota

Salah satu merek mobil terpopuler dunia ini pada Januari – Juni 2020 membukukan wholesales 81.816 unit (turun 47 persen 12 months on 12 months) serta retail 92.965 unit (turun 40,7 persen). Pangsa pasar Toyota di jagat otomotif nasional untuk wholesales sedikit mengecil dari 31,9 persen pada paruh pertama 2019 menjadi 31,four persen selama setengah tahun 2020, tapi di sisi retail naik dari 31,2 persen menjadi 32 persen.

  1. Daihatsu

‘Adik’ dari Toyota tersebut meraih wholesales 49.774 unit (turun 42,eight persen) dan retail 53.577 unit (turun 39,1 persen). Penguasaan pasar mereka sendiri sama-sama naik sekitar 1 persen dari kedua sisi tersebut, menjadi masing-masing 19,1 persen dan 18,four persen.

  1. Honda

Pabrikan berlogo ‘H’ itu mencapai wholesales 38.769 unit (minus 34,four persen) dan retail 40.812 unit (drop 43 persen). Honda menyumbangkan 14,9 persen dari whole penjualan mobil baru Indonesia secara wholesales, naik dari sebelumnya 12,2 persen. Tapi, kalau melihat dari sudut pandang retail, penguasaan mereka mengecil dari 14,three persen menjadi 14 persen.

Laman: 1 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here