Pembangunan Bakauheni Harbour City Dipercepat
Kawasan yang akan dibangun Bakauheni Harbour Metropolis. Foto: Dok/ASDP

Kalianda (Lampost.co): Pembangunan mega proyek pengembangan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni Harbour Metropolis yang diprakarsai oleh PT ASDP Indonesia Ferry (Persero), PT Hutama Karya, PT ITDC, dan Pemprov Lampung dipercepat.

Humas PT ASDP cabang Bakauheni, Saifulahil Maslul Harahap, membenarkan pembangunan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni Hourbour Metropolis akan dipercepat. “Namun, belum tahu pastinya. Belum ada arahan atau petunjuk dari pusat,” kata Saiful kepada Lampost.co, Selasa, four Agustus 2020.

Pantauan Lampost.co dilokasi mega proyek belum nampak ada aktivitas pembangunan. Berada di atas lahan seluas 251,05 hektare (ha) sebelum gerbang tol Bakauheni selatan dan berada di kaki Bukit Menara Siger, pengembangan Bakauheni Hourbour Metropolis diharapkan menjadi salah satu penggerak utama perekonomian di sektor pariwisata masa depan. 

Sebelumnya, Direktur Utama PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) Ira Puspadewi mengatakan tahap awal pembangunan Bakauheni Hourbour Metropolis akan melakukan revilatisasi Menara Siger. Selanjutnya pengembangan kawasan pariwisata terpadu yang berada di lahan seluas 250 ha itu akan dibangun resort berbintang, resort villa, waterpark, wisata olahraga air, bukit bunga, kuliner, outbond, wahana curler coaster, cable automotive, dan taman bermain. 

Bakauheni Hourbour Metropolis digadang-gadang akan menjadi the following Resort World Sentosa di Indonesia. 

Pada sisi lain, kehadiran Terminal Eksekutif Anjungan Agung, Bakauheni yang dilengkapi kawasan komersial seperti mal dengan desain inside yang megah dan trendy menyajikan hiburan sekaligus edukasi, kemudahan jalur transportasi, dan akomodasi keberadaan kawasan pariwisata terpadu Bakauheni Hourbour Metropolis. Hal itu akan membawa manfaat yang besar dan daya tarik baru bagi masyarakat Indonesia maupun mancanegara karena hadir dengan konsep dan perencanaan bertaraf internasional serta berada di wilayah yang sangat strategis.

“Kehadirannya menjadikan kawasan Bakauheni sebagai destinasi pariwisata berskala internasional. Kami optimis dapat menjadikan Bakauheni bukan hanya sebagai tempat penyeberangan, namun juga menjadi lokasi wisata baru yang favorit bagi wisatawan,” kata Ira beberapa waktu lalu. 

Ira mengatakan pada tahun ini ASDP akan melakukan sejumlah rencana pengembangan bisnis, khususnya di bidang properti dengan anggaran sebesar Rp1,6 triliun dari pendanaan inner dan sindikasi perbankan. Dana itu juga untuk membeli 11 kapal. Pengembangan properti akan dilakukan di beberapa pelabuhan yang dikelola ASDP Indonesia Ferry diantaranya Bakauheni Harbour Metropolis di Lampung seluas 200 hektare. 

Laman: 1 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here