TEMPO.CO, Jakarta – DKI Jakarta menjadi salah satu destinasi utama wisata museum di Indonesia. Namun, selama Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) pada masa transisi, museum sempat ditutup. Setelah dibuka kembali durasi berkunjung ke museum dibatasi hanya satu jam per orang.

Ketua Asosiasi Museum Indonesia (AMI) DKI Jakarta, Yiyok T Herlambang mengatakan sejak museum dibuka kembali, pihaknya menerapkan aturan baru yang lebih ketat terhadap pengunjung. Selain harus menggunakan masker, pengunjung juga dibatasi waktunya saat berada di dalam museum.

“Terdapat durasi kunjungan, contohnya Museum Financial institution Indonesia, durasi kunjungannya 1 jam. Dari mana menghitungnya? Dari waktu yang tertera di tiketnya jadi kayak di parkiran gitu,” ujar Yiyok dalam diskusi daring “Bicara Wisata”, Jumat.

“Akan selalu ada pemandu dan pengeras suara untuk mengingatkan pengunjung yang berada di dalam. Kenapa hal ini dilakukan? Agar tidak terjadi penumpukan saat melihat koleksi yang menarik,” kata Yiyok.

Saat ini seluruh museum di DKI Jakarta hanya menerima 50 persen pengunjung dari kapasitas regular. Setidaknya dalam satu hari, museum hanya menerima 250 orang pengunjung.

Pembelian tiket pun sebagian dilakukan secara daring untuk meminimalkan kontak fisik antara pengunjung dan petugas museum, “Museum yang lebih maju, bisa melakukan pembelian tiketnya secara daring. Jadi kalau yang beli on-line ada report-nya, kalau pembelian langsung pakai KTP atau kartu pelajar jadi terlihat dia berasal dari mana,” kata Yiyok.

Laman: 1 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here