Aksi kolektif berbagai sektor sangat dibutuhkan untuk mendukung kebangkitan UMKM.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Usaha mikro, kecil dan menengah merupakan ujung tombak perekonomian nasional. Kontribusi UMKM terhadap PDB Indonesia terus meningkat sampai sekitar 60 persen di masa pra pandemi.

Penyerapan tenaga kerja oleh UMKM juga sangat tinggi dan terus bertumbuh mencapai 96,99–97,22 persen dengan jumlah pelaku UMKM mencapai 62 juta atau sekitar 98 persen dari pelaku usaha nasional. Pemerintah sejak awal pandemi telah menempatkan UMKM sebagai prioritas utama penerima manfaat dalam pemulihan ekonomi nasional.

UMKM memang merupakan sektor yang paling terpukul oleh dampak pandemi Covid-19. Berdasar survei terhadap 202 pelaku usaha roti, biscuit, cake, jajanan pasar, mie, pancake dan pastry di Surabaya dan Jakarta, disebutkan bahwa sekitar 94 persen terdampak oleh Covid-19.

Dalam webseries IBCSD untuk pilar ekonomi yang berfokus pada UMKM, dan berjudul ”SMEs and Methods to Financial Restoration”, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki dalam keynote speechnya yang diwakili oleh Staf Khusus Menteri Bidang Ekonomi Kreatif Fiki Satari menyatakan ada 123,46 triliun dana yang disiapkan untuk UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN). “Per 30 Juli 2020, dana tersebut sudah terserap 22,57 persen atau sebesar Rp 27,86 triliun,” kata Fiki, berdasarkan rilis yang diterima, Kamis (30/7).

Peran penting UMKM dalam perekonomian nasional mencerminkan peran penting UMKM dalam pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau Sustainable Improvement Targets (SDGs) di Indonesia. UMKM dapat menjadi garda paling depan dalam pencapaian pilar ekonomi SDGs dengan penciptaan lapangan kerja, penciptaan kondisi kerja yang layak, inovasi bisnis, adaptasi dan mitigasi dampak negatif ekonomi, sosial dan lingkungan pada operasi bisnis untuk pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Aksi kolektif berbagai sektor sangat dibutuhkan untuk mendukung kebangkitan UMKM yang sangat terpukul oleh dampak pandemi Covid-19. Dalam hal ini, sektor bisnis  dapat menjadi motor untuk pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.

Sektor bisnis mempunyai kemampuan untuk mencari solusi melalui teknologi, inovasi dan investasi. Sektor bisnis juga dapat berperan untuk mengatasi dampak negatif pada lingkungan dan sosial melalui rantai nilai dan rantai pasok operasi bisnis mereka. Hingga kini, sektor bisnis juga telah mengambil bagian untuk mengembangkan UMKM demi pencapaian SDG’s.

Laman: 1 2

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here